Terima Kasih :)
Posted in Uncategorized
undangan…
Pernikahan kamiBismillahirrahmanirrahim, Untaian Syukur kita panjatkan kepada Rabb semesta alam, serta shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad beserta keluarganya dan para sahabatnya, serta segenap kaum muslimin yang mengikuti jalan mereka di atas petunjuk hingga hari kiamat. Rahmawati Lestari dengan Murdiyono yang Insya Allah akan dilaksanakan pada : Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami, apabila bapak/Ibu/Saudara/ i berkenan hadir untuk memberikan do’a restu kepada kami. Atas kehadiran dan do’a restunya kami ucapkan jazakumullahu khayran. Wassalaamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Kel. Bpk. Hapidudin & Ibu Yayat Sumiati Rahma & Dion http://www.mywedding.com/rahmadion/index.html |
Posted in Info
Arti Kesetiaan
|
Setia adalah bersabar menerima segala kekurangan Setia adalah memberi tanpa pamrih Setia adalah konsistensi dalam berkomitmen …
Bukanlah kesetiaan jika bersikukuh untuk mencintai yang bukan hakmu Bukan pula kesetiaan jika terus menunggu seseorang yang bukan diciptakan untukmu
… Setia bukanlah untuk yang terdahulu Yang kemudian berlalu mengacuhkanmu Setia bukanlah menyiksa diri dengan menunggu Tanpa jelas ke mana tujuanmu
… Setia bukan memuja bagai hamba bukan pula terpenjara atau membakar diri dalam neraka
… Mencintai seseorang memang hakmu Tetapi siapa yang seharusnya kau cintai Merupakan kehendak Rabb-mu Dzat yang menciptakan dirinya dari rusukmu
… Setia adalah menjalani hidup dan berbagi kebahagiaan Bukanlah merundung diri dalam kesedihan
… Setia adalah menjaga Bukan memaksa Setia adalah telaga Bukan dahaga Setia adalah rela Bukan terlena Setia adalah bukti cinta Bukan janji semata
… Lalu, bisakah kau setia? Maka yakinkanlah dirimu sendiri Bahwa kau bisa Karena ia pun percaya Kau mampu setia
. . -By *Khansa nailah*- 10:46 PM Sabtu, 20 Maret 2010
|
Posted in puisi
Biografi Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah Ta’ala
Biografi Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah Ta’ala
Beliau adalah Syamsuddin Abu ‘Abdillah Muhammad bin Abubakar bin Ayyub bin Su’ad bin Hariz az-Zar’i ad-Dimasyqi, dan dikenal dengan sebutan Ibnul Qoyyim. Beliau adalah ahli fiqih bermazhab Hanbali. Disamping itu juga seorang ahli Tafsir, ahli hadits, penghafal Al-Quran, ahli ilmu nahwu, ahli ushul, ahli ilmu kalam, sekaligus seorang mujtahid. Beliau adalah salah seorang murid seorang imam dan mujtahid, Syaikhul-Islam Taqiyuddin Ahmad ibn Taymiyyah al-Harani ad-Dimasyqi yang wafat tahun 728 H.
Ibn Rajab menuturkan bahwa Ibnul-Qoyyim al-Jauziyyah telah menerima pengeyahuan dari asy-Syihab an-Nabulsi dan juga dari yang lainnya. Ia juga telah menekuni nazhabnya, cakap dan mampu memberikan fatwa. Ia senantiasa menyertai Ibn Taymiyyah sekaligus mengambil ilmu dari beliau. dan menguasai ilmu-ilmu Islam. Ia adalah seorang ahli tafsir yang tiada bandingnya dan sekaligus ahli ilmu ushuluddin. Ia menguasai ilmu hadits berikut makna-maknanya, pemahamannya serta dasar-dasar pengambilan hukum darinya.
Selain itu ia menguasai pula ilmu fiqih, ushul fiqih dan bahasa arab, di samping mahir dalam bidang menulis. Ia pun menguasai ilmu kalam dan ilmu-ilmu lainnya. Ia juga seorang alim dalam hal ilmu suluk dan menguasai wacana ahli tasawuf dan tidak menolak sama sekali tasawuf. Kuatnya kesadaran akan perjalanannya ke alam kubur memotivasinya untuk menyebarkan ilmunya.
Selain itu Imam Ibnul-Qoyyim juga seorang ahli ibadah dan senantiasa menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkannya. Ia mengalami beberapa kali ujian penjara bersama Syaikh Ibn Taymiyyah. Dalam kesempatan terakhir, ia berada di penjara sendirian dan baru dilepaskan setelah syaik Ibn Taymiyyah meninggal. Ia menunaikan haji beberapa kali. Orang-orang banyak mengambil ilmu dan memperoleh manfaat darinya.
Sementara itu, Burhanuddin Az-Zar’i mengatakan bahwa tidak ada di bawah ufuk bumi ini yang lebih luas ilmunya daripada Ibnul-Qoyyim . Dia telah menulis dengan tangannya karya-karya yang tak dapat digambarkan dan menyusun sejumlah karangan yang banyak sekali tentang berbagai ilmu.
Ibnul-Qoyyim meninggal dunia pada waktu isya’ tanggal 18 Rajab 751 H. Ia dishalatkan di Mesjid Jami’ Al-Umawi dan setelah itu di Masjid Jami’ Jarrah; kemudian dikuburkan di Pekuburan Babush Shagir.
taken from, compiled files an-Najiyah (in my old brankas file)
Love = Waiting 4 A Bus…
Love = Waiting 4 A Bus….
Cinta itu sama seperti orang yg sedang menunggu bis
Sebuah bis datang, dan kamu bilang,
“Wah..terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh!
Aku tunggu bis berikutnya aja deh.”
Kemudian, bis berikutnya datang.
Kamu melihatnya dan berkata,
“Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah..”
Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat,
tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja.
Bis keempat berhenti di depan kamu.
Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang,
“Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku”.
Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.
Waktu terus berlalu,
kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor.
Ketika bis kelima datang,
kamu sudah tak sabar,
kamu langsung melompat masuk ke dalamnya.
Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis.
Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju!
Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.
Moral dari cerita ini :
sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar ‘ideal’
untuk menjadi pasangan hidupnya.
Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita.
Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai
keinginan dia. Tidak ada salahnya memiliki ‘persyaratan’ untuk ‘calon’,
tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di
depan kita.
Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju.
Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.
tapi kamu masih bisa berteriak ‘Kiri’ ! dan keluar dengan sopan.
Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu,
semuanya bergantung pada keputusanmu.
Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu,
dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.
Cerita ini juga berarti,
kalau kebetulan kamu menemukan bis yang kosong,
kamu sukai dan bisa kamu percayai,
dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu,
kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di
depanmu,
agar dia dapat memberi kesempatan kepadamu untuk masuk ke dalamnya.
Karena menemukan yang seperti itu
adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti.
Bagimu sendiri, dan bagi dia.
Lalu bis seperti apa yang kamu tunggu?
dikutip apa adanya dari ebook “Tambahkan Cinta Kurangi Benci”
Presented By :
htttp::////www..ebookdahsyat..cjb..net
Posted in Kisahku
Wanita Shalihah
Wanita yang shalihah…
seumpama kuntuman mawar surga…
Anggun di balik perisai ketegasan…
Cantik dalam balutan rasa malu…
Berbinar dalam tundukan pandangan mata…
Ia lembut meskipun tangguh…
Ia mempesona meski tak tersentuh…
Ia serahkan jiwa raga kepada Rabb-nya
dan suatu saat, kepada HATI yang diridhai Tuhannya dia bersandar…
——————————————————————————————————————————
taken from : sms dr seorang sahabat SMA ku yang sedang menjalani masa pengabdiannya di Ma’had..
Subhanallah, benar2 untaian nasihat yang indah dan bermakna…
Baarokallahu fiyk yaa Ukhti.. Jazakillahu khayran Katsiran
Posted in Nasehat
Bagaimanakah Kita Menyikapi Tahun Baru Masehi?
Diantara kebiasaan orang dalam memasuki tahun baru di berbagai belahan dunia adalah dengan merayakannya, seperti begadang semalam suntuk, pesta kembang api, tiup terompet pada detik-detik memasuki tahun baru, wayang semalam suntuk bahkan tidak ketinggalan dan sudah mulai ngetrend di beberapa tempat diadakan dzikir berjama’ah menyongsong tahun baru. Sebenarnya bagaimana Islam memandang perayaan tahun baru?
Bolehkah Merayakannya?
Tahun baru tidak termasuk salah satu hari raya Islam sebagaimana ‘Iedul Fitri, ‘Iedul Adha ataupun hari Jum’at. Bahkan hari tersebut tergolong rangkaian kegiatan hari raya orang-orang kafir yang tidak boleh diperingati oleh seorang muslim.
Suatu ketika seorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam untuk meminta fatwa karena ia telah bernadzar memotong hewan di Buwanah (nama sebuah tempat), maka Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menanyakan kepadanya: “Apakah disana ada berhala sesembahan orang Jahiliyah?” Dia menjawab, “Tidak”. Beliau bertanya, “Apakah di sana tempat dirayakannya hari raya mereka?” Dia menjawab, “Tidak”. Maka Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Tunaikan nadzarmu, karena sesungguhnya tidak boleh melaksanakan nadzar dalam maksiat terhadap Allah dan dalam hal yang tidak dimiliki oleh anak Adam”. (Hadits Riwayat Abu Daud dengan sanad yang sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan terlarangnya menyembelih untuk Allah di tempat yang bertepatan dengan tempat yang digunakan untuk menyembelih kepada selain Allah, atau di tempat orang-orang kafir merayakan pesta atau hari raya. Sebab itu berarti mengikuti mereka dan menolong mereka di dalam mengagungkan syi’ar-syi’ar kekufuran. Perbuatan ini juga menyerupai perbuatan mereka dan menjadi sarana yang mengantarkan kepada syirik. Apalagi ikut merayakan hari raya mereka, maka di dalamnya terdapat wala’ (loyalitas) dan dukungan dalam menghidupkan syi’ar-syi’ar kekufuran. Akibat paling berbahaya yang timbul karena berwala’ terhadap orang kafir adalah tumbuhnya rasa cinta dan ikatan batin kepada orang-orang kafir sehingga dapat menghapuskan keimanan.
Keburukan yang Ditimbulkan
Seorang muslim yang ikut-ikutan merayakan tahun baru akan tertimpa banyak keburukan, diantaranya:
Merupakan salah satu bentuk tasyabbuh (menyerupai) dengan orang-orang kafir yang telah dilarang oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam.
Melakukan amal ketaatan seperti dzikir, membaca Al Qur’an, dan sebagainya yang dikhususkan menyambut malam tahun baru adalah pebuatan bid’ah yang menyesatkan.
Ikhtilath (campur baur) antara pria dan wanita seperti yang kita lihat pada hampir seluruh perayaan malam tahun baru bahkan sampai terjerumus pada perbuatan zina, Na’udzubillahi min dzaalika…
Pemborosan harta kaum muslimin, karena uang yang mereka keluarkan untuk merayakannya (membeli makanan, bagi-bagi kado, meniup terompet dan lain sebagainya) adalah sia-sia di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Serta masih banyak keburukan lainnya baik berupa kemaksiatan bahkan kesyirikan kepada Allah. Wallahu a’lam…
***
Penulis: A. Akadhinta
Artikel www.muslimah.or.id
Posted in salaf
My Feeling

aku sangat sedih
dan ingin menangis
terisak
melepaskan beban
yang membuat dada
sesak
…
aku ingin merintih
lirih
melepaskan rasa perih
yang kini menindih
…
sambil memeluk seorang sahabat
dengan dekapan erat
…
tapi aku terlalu angkuh
untuk menitikkan air mata
aku juga terlalu angkuh
untuk menyandarkan kepala
dan bercerita
…
kini
kutengadahkan kepala
menerjang hujan
membiarkan rintiknya
membasahi wajahku
tubuhku
dan kuharap dapat membawa
kesedihan itu pergi
mengalir bersamanya
jauh
hingga muara
*****(R.L, 28-12-09) *****
Posted in puisi
Hening

hening…
sesaat saja
kuingin
tanpa kata
tanpa suara
hanya ada
aku,
sepi,
dan
Dia

Posted in puisi
Aku Ingin Mensucikan Cinta
Aku ingin mensucikan cinta …
harta berharga yang kupunya,
menguburnya dalam-dalam
di perut bumi
atau
menenggelamkannya
dalam peti
ke dasar lautan
…
Agar tak seorangpun
yang menemukan
selain dirimu
yang bertahta
Wahai Ksatria,
…
Cintaku padamu yang entah siapa
yang tak ku tahu nama
asal dan
keturunannya
yang tak bisa kutebak
kapan akan tiba
dan bagaimana jalannya
apakah ku telah mengenalmu
atau tidak
…
Andaikan bisa ku intip,
meskipun hanya sekelebat
bayanganmu saja
atau dapat ku curi dengar
Namamu saja
dari sabda yang Maha Kuasa
kepada malaikatNya
…
Andai…
andai…
…
Dan andai semua itu terjadi
tentu akan berkurang kedahsyatan cinta
meredup kilauannya
memudar pesonanya
terasa biasa
takkan berdebar dada
takkan penasaran rasa
saat pertemuan yang pertama
…
Di sanalah letak keindahan cinta
melalui perjalanan yang suci
di bawah naungan keridhaanNya
…
Saat menanti kedatangan
waktu seakan berjalan lambat
namun ketika yang ditunggu tiba
diri ini seakan tak mampu berdiri
dan enggan menampakkan diri
…
Saat memerah pipi
saat gugup berkata
saat tertunduk wajah
semakin deras aliran darah
…
Saat ingin mencuri pandang
namun tak sanggup mengangkat kepala
dan diam mewakili segala kata
…
Hingga tiba waktunya
Perayaan cinta
dan doa bergema
“Semoga Allah memberkahimu dan memberkahi atasmu serta mengumpulkan kamu berdua dalam kebaikan“.
(HR. Ashabus Sunan kecuali An Nasai dan lihat Shahih Tirmidzi 1/317)
_ By RL on September 23rd, 2009Puisi ini aku buat khusus untuk seorang kakak tersayang yang tengah menunggu saat2 indah merayakan cinta, juga untuk akhowat yang tengah berada dalam situasi yang sama..
smoga puisi yang ndak terlalu bagus ini bisa bermanfaat dan menjadi bahan renungan, atau menjadi selingan di kala bosan
Posted in puisi
Nasehat Ibnu Hazm
Jika anda menghadiri majelis ilmu maka janganlah kamu hadir kecuali kehadiranmu itu untuk menambah ilmu dan memperoleh pahala, dan bukannya kehadiranmu itu dengan merasa cukup akan ilmu yang ada padamu, mencari-cari kesalahan (dari pengajar) untuk menjelekkannya. Karena ini adalah perilaku orang-orang yang tercela, yang mana orang-orang tersebut tidak akan mendapatkan kesuksesan dalam ilmu selamanya.
Maka jika anda menghadiri majelis ilmu sesuai dengan apa yang telah kami
sebutkan, maka tetapilah tiga hal ini dan tidak ada keempatnya :
Pertama :
Bersikap diamlah engkau seperti diamnya orang yang bodoh
Kedua :
Engkau bertanya seperti bertanya-nya seorang yang ingin belajar.
Dan bentuk pertanyaan orang yang belajar adalah bertanya tentang apa yang tidak ia ketahui dan bukannya bertanya tentang apa yang ia ketahui. Karena menanyakan apa yang telah kamu ketahui adalah pertanda lemahnya dan kurangnya akal serta menyibukkan gurumu dengan perkataanmu, menghabiskan waktumu dengan sesuatu yang tidak berfaedah. Jika orang yang engkau bertanya kepadanya telah menjawab pertanyaanmu dan telah mencukupi, maka berhentilah dari pembicaraan. Dan jika ia belum mencukupi dalam menjawab pertanyaanmu atau menjawab pertanyaanmu sedang engkau belum faham, maka katakanlah : “Saya belum faham”, dan mintalah tambahan penjelasan darinya. Dan jika ia tidak menambah jawabannya dan diam, atau mengulangi penjelasannya seperti yang pertama kali dan tidak ada tambahan, maka tahanlah dirimu dari bertanya kepadanya, kalau tidak demikian maka engkau akan memperoleh (akibat) yang jelek dan permusuhan, dan tidaklah engkau mendapat apa yang engkau harapkan berupa tambahan penjelasan.
Ketiga :
Mungkin engkau seorang yang duduk dalam majelis ilmu dan memaparkan seperti orang alim, dan keadaan yang demikian itu adalah engkau membantah jawabannya dengan jawaban yang jelas, maka jika tidak demikian keadaannya ada padamu, dan tidak ada padamu kecuali pengulangan perkataanmu, atau penentangan yang mana musuhmu tidak melihatnya sebagai penentangan, maka tahanlah dirimu, karena engkau tidak akan memperoleh dalam pengulangan itu tambahan dan tidak juga belajar.
Dan jika datang kepadamu suatu perkataan, atau engkau mengkritik suatu perkataaan dalam suatu kitab, maka hati-hatilah engkau dari menghadapinya dengan sikap marah yang timbul dari sikap berlebih-lebihan, sebelum engkau yakin tentang kebatilannya dengan bukti yang pasti, dan juga janganlah engkau menghadapinya sebagaimana menghadapnya orang yang membenarkan, berbuat baik kepadanya, sebelum engkau mengetahui kebenarannya, sehingga akhirnya berarti kamu berbuat dhalim terhadap dirimu dalam kedua bentuk, atau engkau akan jauh dari mendapatkan kebenaran, akan tetapi hadapilah ia sebagaimana orang yang bersih hati dari permusuhan dengannya, dan condong kepadanya, karena engkau jika melakukan hal ini akan mendapatkan pahala yang banyak, dan pujian yang banyak, dan keutamaan yang merata.
Penulis dalam tulisan ini menasihati orang yang menghadiri majelis ilmu agar
menfokuskan tujuannya untuk memperoleh pengetahuan yang baru dan ganjaran pahala dari Allah, bukan mencari kesalahan yang disengaja untuk dibesar-besarkan atau kesalahan yang jarang (terjadi dari orang alim itu) untuk disebarluaskan. Karena sikap yang terakhir disebut ini adalah perangai orang yang tercela yang tidak akan memperoleh keuntungan dalam ilmu.
Penjelasan
Dalam menghadiri majelis ilmu manusia terbagi menjadi tiga macam :
1. Seorang yang jahil (bodoh) yang hanya mendengar dengan seksama.
2. Seorang penuntut ilmu yang bertanya tentang sesuatu yang belum diketahuinya dan dia merasa cukup dengan jawaban yang memuaskan, jika kurang puas ia meminta tambahan jawaban dengan tidak mengulangi (permintaan jawaban tersebut), karena sikap tersebut dapat menimbulkan permusuhan diantara para penuntut ilmu.
3. Seorang alim yang senantiasa mengulangi dan membandingkan (suatu masalah) dengan dalil dan bukti, jika tidak memiliki dalil maka ia tidak perlu untuk membandingkannya, lalu ia menasihati para pendengar dan pembaca agar bersikap netral, dia tidak membenarkan setiap permasalahan dan tidak pula ditolaknya sebelum ia memeriksanya dengan akal yang sehat, dengan demikian akan terwujud ilmu itu dan akan besar pahala (yang diperoleh)
Maraji’:
Diterjemahkan dari kitab silsilah ta’lim.
Sumber: www.salafi.or.id
Posted in Nasehat
SAAT
Lihatlah
Ia mengejarmu
…
Lihatlah
Ia mendekat
…
Ia terus berlari
Saat kau lengah dan berhenti
…
Langkah tak terlihat
Hingga kau pun
Tak sadar bahwa
Ia mengintaimu
…
Tiba-tiba
Ia mencengkrammu
Erat
Dan kau pun tak dapat
Luput darinya
Tak dapat lagi berlari
Bahkan berdiri
…
Waktu……
Habis
-BY KhansaNailah -
Posted in puisi
Tanda Tanya
Kajian Rutin Senin di Masjid UI Return….
alhamdulillah,
akhirnya setelah sekian lama libur
kajian salaf rutin di Masjid UI kembali dimulai
kali ini dengan ustadz dan pembahasan yang berbeda
yang tidak kalah penting tentunya

Poster kajian
Datang yuuuk! ^_^
untuk download kitab yang dibahas di kajian (Kitab at-tauhid) klik di sini!
TAHUKAH ANDA??
Tahukah anda kalau UAS itu tidak baik bagi kesehatan??
ga percaya??
coba liat aja gejala-gejala berikut…..
begadang karena UAS itu dapat menyebabkan kepala pusing, ngantuk, migren, dan kurang darah
stress karena UAS bisa juga menimbulkan jerawat, kekurangan berat badan atau sebaliknya… (kegendutan… kalau yang lg stressnya jd banyak makan)
tapi dari segelintir dampak buruk UAS bagi kesehatan tersebut, ada juga yang bahagia karena UAS…
alasannya???
katanya sih bentar lagi lulus n bisa cepet2 nikah……. hehe
ada2 aja
Nah, bagaimana dengan anda? apakah dampak UAS bagi diri anda??
Posted in Kisahku
“Last Breath”
by Ahmed Bukhatir

From those around I hear a Cry,
A muffled sob, a Hopeless sigh,
I hear their footsteps leaving slow,
And then I know my soul must Fly!
A chilly wind begins to blow,
within my soul, from Head to Toe,
And then, Last Breath escapes my lips,
It’s Time to leave. And I must Go!
So, it is True (But it’s too Late)
They said: Each soul has its Given Date,
When it must leave its body’s core,
And meet with its Eternal Fate.
Oh mark the words that I do say,
Who knows? Tomorrow could be your Day,
At last, it comes to Heaven or Hell
Decide which now, Do NOT delay !
Come on my brothers let’s pray
Decide which now, Do NOT delay !
Oh God! Oh God! I cannot see !
My eyes are Blind! Am I still Me
Or has my soul been led astray,
And forced to pay a Priceless Fee
Alas to Dust we all return,
Some shall rejoice, while others burn,
If only I knew that before
The line grew short, and came my Turn!
And now, as beneath the sod
They lay me (with my record flawed),
They cry, not knowing I cry worse,
For, they go home, I face my God!
Oh mark the words that I do say,
Who knows, Tomorrow could be your Day,
At last, it comes to Heaven or Hell
Decide which now, Do NOT delay !
Come on my brothers let’s pray
Decide which now, do not delay ….
Posted in puisi | Tags: ahmed bukhatir, arab, puisi, syair
ISeng,,,,
udah jam setengah dua malam niee…
tapi daku tak jua ngantuk..
mau nulis… tapi nulis apa ya…
lagi blankie wankie..
so ya sudah tulis-tulis iseng aja..
huhu (ga Jelas Mode : ON part 2)
Posted in Kisahku
lagi kangen TPA mode : ON
mmm… ga terasa sudah hampir 6 bulan saya ga mengajar lagi di TPA darussalam di dekat kampus…
wah… tiba2 rasa kangen yang amat sangat muncul ni hari..
kangen Asa yang ngasih saya dan Ka Leonny hadiah permen karet dan keramahan yang luarbiasa dari seorang bocah
kangen Ferdi yang kalau pulang ngaji kabur sambil jinjing sendalnya dan mengendap2 (haha.. lucu bgt ni anak)
waaaa.. kapan ya bisa ke sana lagi nengokin mereka..
huks… huks…
(
My Priceless Treasure : “Friendship” part (1)
Kemarin pagi, saya tengok lemari pakaian saya dan setelah dilihat-lihat… hmm… agak berantakan ya, memang kapan ya terakhir saya bereskan.. (hehe saya juga ga ingat). Karena mata terasa gatel liat lemari yang gak rapi itu, akhirnya saya bereskan tumpukan pakaian yang ada di dalamnya, tiba2 ada sebuah kejutan yang saya temukan di bawah tumpukan baju di lemari saya. Apakah itu???
Yang saya temukan adalah harta karun… yang sudah sekitar empat tahun tersimpan di dalam lemari saya. Harta karun apakah itu???
Harta karun tersebut adalah dua lembar kertas, yang satu adalah surat dari sahabat saya. Sedangkan lembaran lainnya adalah copyan surat berisi puisi yang saya berikan kepada sahabat saya.
Perlahan saya buka satu persatu kertas-kertas yang terlipat itu. Subhanallah, terharu campur bahagia… hm.. ternyata surat ini masih tersimpan dalam lemari saya… surat yang membuat saya bernostalgia ke masa lalu dan membuat saya teringat dan amat bersyukur atas sahabat yang saya miliki, hingga hari ini (hopefully it will last forever, amiiiin).
Pada lembaran pertama berisikan tulisan dengan tinta merah dengan gaya huruf miring khas… khas tulisanmu ukhti… yang akan kukenali meskipun aku menemukannya dalam seonggok kertas yang telah terinjak ataupun teremas..
isinya seperti berikut:
Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokaatuh
Rahmawati Lestari… Kau telah mengajariku tentang banyak hal… Cinta, friendship, loyalitas, agama, dll. Jazakillah khairan katsiran.
Aku ngga tahu lagi harus ngomong apa…
Uhibbuki fillah, ukhti…
Hmmfh.. Begitu banyak pengorbanan yang kau berikan padaku, terima kasih (^_^) You’re the best! (Doeng! Jomplang!
)
Ma, jika saatnya tiba (perpisahan), aku mau kau tetap berdiri tegap! Aku yakin kau bisa berdiri tanpaku di sampingmu…
Kau tahu ma?! Aku paling membenci kata ‘perpisahan’ seandainya perpisahan itu aku yang mengakhiri, mungkin tidak akan sesakit bilamana oranglain yang mengakhiri… Aku takut kehilangan… Aku takut berpisah dengan orang-orang yang aku cintai… Aklu takut…
Fiuuh,, memang imanku tak sekuat itu!
Apalagi ya… Mmm… Bingung! Kehabisan kata-kata… Don’t know to start to graphically ilustrate my heart is. But I know you understand me as I understand you, I guess.
Umm… I ever heard a wisewords, like this: “a Friend is someone who know the song in your heart, and can sing it back to you if you’re forget”
And you are almost like that… I thanked for having a friend like you.
Thanks for all you gived. I really really appreciate you, my sister.
So sorry if I ever hurt you… So sorry if I can’t be your best friend as you wished.
Some1 never forget
Yunita
… terharu sangat dirikuw…
u know sista… u did the same for me
ku dapatkan darimu lebih dari yang kuberi … padamu
Saya masih ingat betul, surat ini diberikan oleh sahabat saya ketika kami duduk di bangku kelas 2 sma di Bogor. Waktu itu mendekati waktu kenaikan kelas. Hm.. baru mau pisah kelas aja sudah parno n takut kehilangan… Apalagi pisah alam (:D). Qodarullah… cerita persahabatan nan indah terus berlanjut, dinding sekat yang dan tangga yang memisahkan kelas kami tidak mengurangi kedekatan kami Still.. setiap pulang sekolah kami saling menunggu satu sama lain. Setelah itu biasanya kami makan siang (Siomay Selot yang masih terasa di lidah
) dan shalat zuhur bersama di masjid dalam lingkungan Istana Bogor.
Meskipun sekolah kami mempunyai masjid yang cukup luas, kkami lebih suka menghabiskan waktu zuhur di Masjid Istana. Suasana yang sepi dan udaranya sejuk membuat kami lebih nyaman melaksanakan ibadah dan berkhalwat di sana.
Alhamdulillah… 4 tahun sudah berlalu, dan sekaranf kami sudah duduk di bangku universitas. Qadarullah kami bisa masuk perguruan tinggi yang sama, dan sama-sama menimba ilmu di sini…. Meskipun kami belajar di fakultas yang berbeda, kami tetap meluangkan waktu untul bertemu dan menghabiskan waktu bersama.
Saya sadar, persahabatan yang indah ini adalah salah satu anugerah yang tak terkira dari Allah. Kini, saya sudah mendapatkan banyak sahabat… yang saling mencintai karena Allah (InsyaAllah), yang mempedulikan sahabatnya lebih dari dirinya sendiri, persahabatan yang juga dilandasi kesamaan aqidah dan tujuan
Terima kasih ya Allah atas ‘Harta Karun’ yang amat sangat bernilai ini… Semoga tetap dapat kugenggam tangan mereka sambil terus menyatukan langkah di jalanMu…. Amin.
Ia

Hanya sekeping tapi begitu berarti
Terkadang begitu rapuh
kadang juga tegar
…..
kadang terluka
kadang berbunga
…..
kadang tampak cemerlang
kadang juga begitu suram
…..
Duhai segumpal daging dalam tubuhku
ku hanya berharap kebaikan darimu
meskipun kadang kunodai dirimu
dengan perbuatanku
……
Kuharap kau dapat tetap terjaga
tak mudah retak
terkikis titik hitam padamu
meski tak mungkin sejernih air
dan sebening kaca
…..
Kuingin kau
menjadi pemberian-Nya yang indah
tak mendengki
tak membenci
tak pula mencintai
dengan cara yang tak patut
…..
Duhai Penggenggam Jiwaku…
Selamatkanlah hatiku
…….
——-21-11-1008——
===R. L====
Gak Jelas,,,,, :D
mood sayah lagi ga jelas banget hari ini……. liat ajah tuh……….
masa sih????????????????
kayaknya enggak tuh.. ya kan……. masi datar koQ
![]()
hahaha… emang dasar ga jelas banget
Posted in Kisahku
tak sempurna……………..
Segala sesuatu di dunia ini memang tak ada yang sempurna karena memang kesempurnaan hanyalah milik-Nya… sang Maha Sempurna.
Terlalu naïf rasanya mengharapkan segala sesuatunya berjalan dengan ideal. Tak ada yang ideal di dunia ini.
Meskipun tak mungkin mencapai derajat sempurna, setidaknya predikat baik di mata Allah mestilah menjadi cita-cita.
Posted in Kisahku
Puisi ‘Aku’
Jumát Pagi
Pagi ini
Dia yang pergi
tiba-tiba kembali
mengucap sesal
menjual janji
akankah luka ini terobati
ataukah bertambah dalam
dengan tusukan duri?
tak tahulah aku
karena yang kutahu
dan kubisa
tak lain
hanya
memaaafkanmu
****R.L****
Posted in puisi
Harap Seorang Hamba
Harap
Berartikah?
Hidup
Mati
Rindu
Bimbang
Akankah kutemui Engkau kemudian
Akankah kudapati senyumMu
Aku kerdil
Engkau Agung
Aku sebulir debu
Engkau pencipta gurun
Tak berujung
Layakkah aku
Mengharap cintaMu
Lautan terdalam
Tak dapat menenggelamkan
Namun ampunanMu
![]()
![]()
![]()
![]()
Tak berhingga
Rabb,
Izinkanku
menghadapMu
terbaikku
izinkan aku pulang
dengan senyuman
**** by : R.L*****
Subhanallah, Bahagianya Menjadi Muslimah …!
Dirinya…
Tetesan embun yang mengikis batuan
Hembusan angin yang memberi kesejukan
Mata air pelega kehausan
Indah bunga surga tak seindah dirinya
Halus jaring sutra tak sehalus hatinya
Tahukah kau siapa dirinya?
Dialah wanita
Wanita adalah makhluk yang tercipta penuh dengan kelembutan, kasih sayang, serta makhluk pemilik keanggunan. Allah telah menciptakan wanita dari tulang rusuk pria, yang begitu dekat dengan hati dan juga berdekatan dengan lengan, sehingga wanita begitu mudah dicintai dan juga selalu dalam perlindungan. Cinta dan perlindungan, inilah hal yang sepatutnya diperoleh seorang wanita dan menjadi hak yang amat dasar. Akan tetapi, seringkali hak ini tidak didapatkan oleh kaum wanita dan justru sebaliknya, yang diperoleh adalah sikap kasar dan perlakuan yang tidak adil.
Dari masa ke masa, perlakuan yang diskriminatif dan nasib yang memilukan dialami oleh kaum wanita. Sebelum kedatangan Islam, hampir semua bangsa dan agama menghinakan kaum wanita. Kalangan Yahudi menganggap wanita sebagai pembawa kesialan dan dosa karena telah menggelincirkan nabi Adam. Kaum Nasrani menganggap wanita sebagai sumber kejahatan, sehingga para pendeta tidak boleh menikah. Masyarakat Hindu bahkan menganggap bahwa wanita yang ditinggal mati suaminya tidak mempunyai hak untuk hidup lagi, sehingga ia harus ikut membakar diri bersama jenazah sang suami. Masyarakat Eropa juga tidak mau kalah dalam menghinakan wanita. Pada masa Henry VIII, parlemen Inggris membuat peraturan yang melarang wanita membaca Perjanjian Baru (Bible) karena wanita dianggap najis. Tahun 586 M, diadakan konferensi di Perancis yang hasilnya menetapkan bahwa wanita termasuk manusia tetapi diciptakan sebagai pelayan kaum pria. Alangkah menyesakkan dada ketika kita melihat fakta ini, dimana status wanita sebagia manusia pun masih dipertanyakan dan dibahas dalam sebuah konferensi. Padahal, tidak satu manusia pun di muka bumi yang tidak lahir dari rahim seorang wanita terkecuali Nabi Adam.
Dari rahimnya Kau lahir
Dari air susunya Kau hidup
Dengan belaiannya Kau tumbuh
Lalu, beginikah caramu membalas?
Hingga lahirlah seorang manusia mulia yang membawa ajaran mulia, di tanah Arab. Pada masa itu, masyarakat di tempat ini pun tidak lebih baik dalam memperlakukan wanita. Wanita dianggap sebagai makhluk yang hina dan membawa aib. Apabila lahir seorang anak perempuan dalam keluarga mereka, maka merah padamlah wajah mereka. Bahkan karena begitu malunya, seringkali anak perempuan yang lahir tersebut dikubur hidup-hidup. Islam, yang disampaikan oleh Nabi Muhammad membawa perubahan yang dahsyat.
Islam sangat memuliakan kaum wanita. Islam menegaskan eksistensi wanita sebagai manusia dan persamaan hak kemanusiaan yang dimiliki wanita. Bahkan, an-Nisaa yang berarti wanita diabadikan sebagai nama surah dalam Al-Qur’an. Perintah Allah kepada para suami untuk memperlakukan istri secara baik juga tertuang dalam Al-Qur’an surah an-Nisaa ayat 19.
Hingga saat ini, hanya Islamlah yang menempatkan wanita pada martabat yang terhormat dan memberikan perlindungan bagi wanita. Namun, perlindungan dan kemuliaan yang diberikan oleh Islam kepada wanita kini tidak dapat diterima oleh segolongan perempuan yang menyebut diri mereka sebagai pejuang dan pembela hak-hak kaum perempuan, yaitu kalangan feminis. Sejarah feminisme terkait dengan perjuangan wanita Barat dalam menuntut kebebasannya, karena pada abad pertengahan perempuan tidak mendapatkan tempat di tengah masyarakat. Perempuan pada masa itu dianggap memiliki derajat yang rendah, sehingga tidak diperkenankan untuk mengurus apapun dan memiliki sesuatu. Sampai akhirnya pada era renaisance yang diikuti dengan terjadinya revolusi Inggris dan Perancis, terjadilah pemberontakan secara besar-besaran oleh orang-orang yang merasa diperlakukan sewenang-wenang, termasuk di dalamnya adalah kaum perempuan.
Feminisme berlanjut hingga saat ini dengan tuntutan yang semakin meluas, yaitu kebebasan, persamaan dan kesetaraan jender. Mereka menuntut adanya persamaan antara pria dan wanita serta kebebasan memilih peran di tengah keluarga dan masyarakat, serta partisipasi dalam semua aktivitas di semua level dan bidang. Kaum feminis mulai menuntut persamaan secara mutlak dengan kaum laki-laki termasuk dalam urusan kebebasan hubungan seksual tanpa perkawinan, kebebasan memilih peran dan tugas dalam keluarga, melaksanakan segala keinginannya tanpa ada batasan dan tolak ukur yang pasti.
Berbagai tudingan dan pernyataan yang menyudutkan Islam mereka lontarkan. Mereka menyatakan bahwa Islam tidak berpihak pada wanita dan membelenggu wanita dengan berbagai aturan. Islam membebani wanita dengan berbagai kewajiban, serta menempatkan wanita di bawah derajat kaum lelaki. Islam memenjarakan wanita. Masih banyak lagi tuduhan yang mereka lemparkan kepada Islam. Sungguh, mereka mengatakan sesuatu yang sama sekali tidak mereka ketahui.
Dalam majalah Fatawa Vol.III/No.4 (Maret 2007) termuat sebuah artikel yang berjudul “Susah Jadi Wanita Muslimah?”. Artikel tersebut membahas tentang alasan-alasan yang dijadikan oleh kaum feminis sebagai tameng untuk menentang ajaran Islam, sekaligus semua jawaban yang mementahkan argumentasi mereka. Berikut ini saya cantumkan ringkasan isi dari artikel tersebut.
Kaum feminis mangatakan bahwa sangat susah menjadi muslimah, diperlakukan tidak adil dan banyak aturannya. Lihat saja peraturan dibawah ini :
1. Muslimah, auratnya lebih susah dijaga daripada pria
2. Muslimah, perlu meminta ijin dari suaminya jika hendak keluar rumah tetapi tidak sebaliknya
3. Muslimah, haknya sebagai saksi lebih kecil daripada pria
4. Muslimah, menerima harta warisan lebih kecil daripada pria
5. Muslimah, harus menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak
6. Muslimah, wajib taat kepada suaminya tetapi suami tidak wajib taat pada istrinya
7. Muslimah, talaknya terletak di tangan suami dan bukan padanya
8. Muslimah, kurang dalam beribadah karena masalah haid dan nifas yang tak ada pada pria.
Tetapi, pernahkah kita lihat kenyataan dibalik itu??
1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan disimpan di tempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiarkan berserakan di sembarang tempat bukan?Itulah ibaratnya seorang Muslimah..
2. Muslimah wajib taat kepada suami, tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya tiga kali lebih utama dari bapaknya, bukankah ibu adalah seorang wanita?
3. Muslimah menerima harta warisan lebih sedikit dari lelaki, tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya. Sedangkan lelaki, perlu menggunakan hartanya untuk istri dan anak-anaknya.
4. Muslimah bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat, dan seluruh makhluk Allah di muka bumi ini, dan jika matinya karena melahirkan maka syahidlah ia.
5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan bertanggungjawab atas empat wanita: istrinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya.
6. Seorang wanita, tanggung jawab dibebankan kepada empat orang lelaki: suaminya,ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.
7. Seorang wanita boleh memasuki pintu surga yang disukainya cukup dengan empat syarat saja:
-Shalat lima waktu
-Puasa di bulan Ramadhan
-Taat pada suaminya
-Menjaga kehormatannya
8. Seorang lelaki perlu pergi berjuang di jalanAllah, tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggung jawabnya kepada Allah, akan turut menerima pahala seperti pahala orang yang pergi berjuang di jalan Allah, tanpa perlu mengangkat senjata.
Subhanallah, rasanya tak ada lagi kata-kata yang perlu saya tambahkan untuk menepis semua tudingan dari golongan feminis. Kebebasan tak terbatas yang ditawarkan feminisme pada akhirnya akan membawa manusia kepada kebobrokan dan kehancuran. Akibat yang telah dapat kita saksikan pada masa sekarang ini antara lain: merebaknya free sex, pelecehan seksual, anak-anak bermasalah, dan masih banyak lagi. Sebaliknya, seorang muslimah sangat patut untuk bergembira, karena ia begitu terjaga. Apapun yang telah Allah tetapkan bagi muslimah, tidak lain hanyalah untuk kebaikan dirinya sendiri dan sebagai bentuk kasih sayang serta perlindungan Allah kepada kita kaum wanita.
Akulah wanita
yang paling bahagia
karena Aku begitu berharga
dan begitu dicinta
Aku tak perlu berlomba
berhias diri dan menebar pesona
kepada lelaki buaya
Cantikku adalah taqwa
bukan bergaya menggoda
Indahku adalah akhlak mulia
bukan berbusana terbuka
Aku tak perlu risau
ketika usia tak lagi muda
karena cantikku tak akan pudar
tak seperti make-up tebal
Karena itulah, Aku berbahagia
————————————————————————————-
kisah di balik monitor: essay ini rahma buat pada April 2007, ceritanya begini…. kebetulan Forum Ukhuwah dan Studi Islam Fak.Teknik UI / FUSI FTUI sedang mengadakan acara Muslimah On the Move… momennya yah deket2 hari kartini gitu deh, sebagai bagian dari acara itu… diadakan lomba2, nah salah satunya lomba menulis Essay bertemakan muslimah versus feminisme . rahma pikir2 wah kayaknya seru tuh kalo rahma ikutan… kebetulan waktu itu elfata dan fatawa juga mengeluarkan artikel2 yang bisa jadi referensi. Punya bahan, punya tujuan, dan punya waktu luang… ya apa lagi coba yang kurang… Ya suw! Dengan menyisihkan sebagian waktu luangyang ada… daku susunlah essay yang sekarang ada di hadapan anda, cerita tentang lombanya kayaknya ga perlu dilanjutkan,,, cukup tau segitu ajah. yang penting kan essaynya jadi dan dapat anda baca, tentang hasilnya,,, ya gitu deh pokoknya.
Akhir kata: selamat membaca dan semoga bermanfaat serta dapat memberikan inspirasi.. Amin!
Posted in Nasehat























Recent Comments